Pesona Gua Maria Santok: Destinasi Wisata Religi Bawah Tanah yang Unik di Sambas - Blogger Sambas

Blogger Sambas

-- Official Website --

Ge' Viral ni

Home Top Ad

Post Top Ad

Pesona Gua Maria Santok: Destinasi Wisata Religi Bawah Tanah yang Unik di Sambas

Pesona Gua Maria Santok: Destinasi Wisata Religi Bawah Tanah yang Unik di Sajingan Besar, Sambas

Oleh: Redaksi Blogger Sambas | Wisata Khatulistiwa
Tampak patung bunda maria di santok sajingan
Foto oleh: ig:rmjosusanto

SAMBAS – Tersembunyi di bawah rimbunnya hutan Kecamatan Sajingan Besar, Gua Maria Santok menawarkan pengalaman ziarah yang berbeda. Bukan sekadar tempat ibadah biasa, gua alam bawah tanah ini telah menjelma menjadi destinasi wisata religi unik yang memadukan keasrian alam dengan kearifan lokal etnik Dayak.

Salah satu daya tarik yang langsung menyambut pengunjung di depan pintu masuk gua adalah keberadaan dua Patung Pantak setinggi 3 meter. Patung yang dilengkapi atribut khas Dayak seperti tombak dan perisai ini berdiri kokoh di sisi kanan dan kiri, seolah menjadi prajurit setia yang menjaga kesucian area gua.

Simbol Kesucian di Tengah Kedamaian Alam

Memasuki area utama, pengunjung akan menemukan Patung Bunda Maria setinggi sekitar 2 meter dengan posisi tangan terkatup, diletakkan dengan anggun di atas batu alam. Kesederhanaan spot ini justru menciptakan atmosfer spiritual yang kuat di tengah formasi batuan alami gua berukuran 10x24 meter tersebut.

Keunggulan Gua Maria Santok terletak pada suasana lingkungannya yang masih sangat asri. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dinikmati pengunjung:

  • Udara Bersih: Area gua dikelilingi ratusan pohon rindang yang menjaga sirkulasi udara tetap segar.
  • Gemericik Air Alam: Di dalam gua terdapat aliran air kecil yang mengalir secara alami, menambah ketenangan suasana hati.
  • Akses Nyaman: Meski berada di dalam hutan, jalan masuk menuju gua berupa jalan setapak yang telah dibeton (paving/semen), memudahkan para peziarah.

Sejarah dan Aksesibilitas

Berdasarkan catatan referensi yang dirangkum, sejarah Gua Maria Santok bermula pada tahun 1991. Kala itu, Pastor Firminus Andjiou bersama Uskup Hieronimus Bumbun meninjau lokasi ini dengan didampingi tokoh masyarakat setempat, Amran dan Hendrik Putera. Tempat ziarah ini kemudian resmi dibuka dan diberkati pada tahun 1993.

Secara geografis, lokasi ini terletak di pinggir jalan raya Santok, Kecamatan Sajingan Besar. Bagi masyarakat dari Kota Sambas, waktu tempuh yang diperlukan hanya sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

“Gua Maria Santok kerap menjadi pusat perhatian pada momentum Bulan Maria (Mei) dan Bulan Rosario (Oktober). Selain untuk ziarah, lokasi ini juga sangat representatif sebagai tempat rekoleksi guna menjernihkan pikiran dari hiruk-pikuk rutinitas.”

Keindahan perpaduan religi, budaya, dan alam ini menjadikan Gua Maria Santok sebagai salah satu permata wisata di wilayah perbatasan yang wajib dikunjungi bagi Anda yang mendambakan kedamaian spiritual.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad