Persiapan Wisata Libur Lebaran di Sambas: Antara Imbauan Keamanan dan Keluhan Minimnya Fasilitas Keselamatan - Blogger Sambas

Blogger Sambas

-- Official Website --

Ge' Viral ni

Home Top Ad

Post Top Ad

Persiapan Wisata Libur Lebaran di Sambas: Antara Imbauan Keamanan dan Keluhan Minimnya Fasilitas Keselamatan

Persiapan Wisata Libur Lebaran di Sambas: Antara Imbauan Keamanan dan Keluhan Minimnya Fasilitas Keselamatan

Oleh: Redaksi Blogger Sambas | Jumat, 13 Maret 2026
rumah penginapan warna warni di temajuk.
Foto oleh: Destinasindo

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas kembali mempertegas imbauan bagi para pengelola destinasi wisata untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. Langkah mitigasi ini diprioritaskan guna menyambut lonjakan wisatawan pada periode libur Idulfitri mendatang.

Imbauan tersebut merujuk pada kebijakan yang telah diterapkan saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lalu. Bupati Sambas menekankan pentingnya penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) serta perwujudan Sapta Pesona di setiap titik pariwisata daerah.

Instruksi Bupati: Keselamatan dan Pemantauan Ketat

Dalam keterangannya, Bupati Sambas menginstruksikan para pengelola untuk melakukan pendataan pengunjung secara akurat serta mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras di area wisata. Selain itu, manajemen lalu lintas dan pemantauan cuaca dari BMKG harus menjadi perhatian utama bagi pengelola.

“Segera lakukan pengecekan sarana dan prasarana standar keselamatan. Pengelola pariwisata juga diharapkan menyiapkan rencana manajemen lalu lintas serta alat pemantau kegiatan di lingkungan tempat wisata,” tulis imbauan Bupati Sambas.

Suara Pengelola: Kendala Fasilitas di Lapangan

Meskipun imbauan rutin diterbitkan, tantangan besar dirasakan oleh Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Sambas yang menaungi wilayah strategis seperti Danau Sebedang, Pantai Bahari Jawai, Tanjung Api, Bukit Piantus, hingga Temajuk.

Perwakilan Pokdarwis Danau Sebedang, Ardy Sanjaya, menyatakan bahwa pihaknya selalu mengedepankan prinsip safety first. Namun, ia mengakui adanya kendala teknis terkait ketersediaan alat keselamatan standar seperti pelampung, life jacket, hingga perahu karet kaku (RIB).

“Kami terkadang merasa dilematis saat melayani pengunjung di area perairan karena keterbatasan sarana keselamatan. Perhatian dan pembinaan terkait pengadaan fasilitas ini dirasa masih perlu ditingkatkan,” ungkap Ardy.

Harapan Pelibatan Pokdarwis dalam Koordinasi Strategis

Berdasarkan data asosiasi, kunjungan wisatawan di Kabupaten Sambas saat libur panjang diperkirakan mencapai angka 40.000 hingga 50.000 orang. Mengingat tingginya volume tersebut, pihak Pokdarwis berharap tidak hanya sekadar menerima surat imbauan, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam rapat koordinasi teknis.

  • Minim Fasilitas: Pengelola mengaku kesulitan melakukan uji kelaikan sarana karena keterbatasan alat dan jalur komunikasi instansi terkait.
  • Usulan Pos Keamanan: Pokdarwis menyarankan pembentukan pos keamanan terpadu di lokasi wisata yang melibatkan instansi lintas sektoral.
  • Patroli Rutin: Adanya harapan bantuan penyediaan perahu karet atau pelaksanaan patroli rutin dari pihak berwenang di area rawan kecelakaan air.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola wisata di Kabupaten Sambas terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada demi menyambut tamu di momen lebaran nanti, sembari berharap adanya dukungan fasilitas fisik dari pemerintah daerah setempat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad